Prima Argo Tech Menggarap Pasar Luar Negeri

Setelah berhasil mengantongi sertifikat ISO 9001-2015 di bidang sistem manajemen mutu, PT Prima Agro Tech, berani merambah pasar di mancanegara. Perusahaan yang memproduksi biofertilizer, bioinsektisida, biofungisida, biodekomposer dan pembenah tanah, pupuk organik asam fulvat dan asam amino, serta produk bio lainnya, mulai berani berpameran di luar negeri.

Pada pameran HortiAsia 2018 dan Agritechnica Asia 2018 di BITEC, Bangkok, Thailand, 22-24 Agustus 2018, perusahaan yang dipimpin Alihan Tjohjono (Presiden Direktur) dan Gunawan Sutio (Direktur Pema saran) ini bangga menampilkan produk-produk unggulan mereka. “Ratusan potential buyer datang ke stan kami,” kata Gunawan saat ditemui di BITEC, Kamis (23/8/2018).

Mereka dari Sri Lanka, Vietnam, Filipina, Thailand, India, dan Kenya. “Di Kenya udah over farming. Jenuh, air dan lingkungan rusak. Yang bagus itu go organic. Dua perusahaan pestisida (dunia) menjual biopestisida disana. Teknologi kita lebih bagus dari mereka,” tandas Gunawan. Produk yang dipromosikan Prima Agro Tech antara lain kelompok biofertilizer, sepertiTerraBio, Bionsekta, OrizaPlus, BactoPlus, EndoPalma, dan EndoHevea. Sementara kelompok bioinsektisida, seperti Metarizep dan BT-Plus. Kelom pok biofungisida adalah PrimaDeco, Biotracol, dan Paenamaxi.

Kelompok biodekomposer dan pembenah tanah adalah DecoPrima dan DecoHumat. Kelompok pupuk organik dari asam fulvat dan asam amino seperti HumatPro, HumaTop, dan Amino Plus. Selain itu ada juga kelompok lainnya seperti Kalsika (K2SiO3), Nutreeno, dan Sedumat (Sodium Humat 70%).

Efervesen dan Serbuk

Istimewanya, produk bio dari perusahaan yang berdiri pada 2008 ini berbentuk tablet efervesen (effervescent tablets) dan serbuk (powder) yang bisa dilarutkan dalam air. Dalam bentuk seperti itu produk Prima Agro Tech ini lebih mudah dibawa dan diaplikasikan.

Di Amerika sudah banyak produk dalam bentuk tablet dan serbuk, tapi harganya mahal. Misalnya satu tablet 5 gram dijual Rp50.000, sedangkan produk Prima Agro Tech satu sachet 100 gram Rp40.000. Selain itu ada juga yang dijual dengan kemasan seharga Rp11.000 dan Rp15.000. “Harga produk kami murah banget. Petani bisa menerima harga segitu,” ulas Gunawan. Ada lagi silikat (Kalsika) untuk memperkuat akar dan batang, jauh lebih murah dari produk pesaing.

Produk pesaing dijual Rp70 ribu untuk 100 liter air. Kalsika 100 gram untuk 200 liter air hanya Rp28.000. “Produk saya da lam bentuk garam. Cara pemakaiannya tinggal dilarutkan dalam air. Murah kan?,” cetus Gunawan. Selain praktis dan murah, kandungan mikroorganisme yang bermanfaat dalam satu produk tidak hanya satu strain, tapi multistrain.

Misalnya Metarizep (mengandung Metharizium spp. dan Beauvaria bassiana) yang dapat mengatasi larva Orytes rhinoceros (kumbang tanduk) dan aphids. PrimaDeco mengandung Geobacillus sp., Streptomyces sp., dan Trichoderma sp. yang bisa mengendalikan jamur dan bakteri patogen. “Kita bicara kombinasi. Kami komplit dan murah lagi,” cetus Ketua Asosiasi Bio-Agroinput Indonesia itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *