Prima Argo Tech Menggarap Pasar Luar Negeri Bagian 2

Berkat teknologi yang canggih, mikroorganisme di produk berbentuk tablet atau serbuk ini dalam keadaan dorman dan dapat bertahan selama tiga tahun. Hingga sekarang Prima Agro Tech terus menerus melakukan perbaikan formulasi, kemasan, dan sistem aplikasi produk agar produknya benar-benar andal.

Di dalam negeri, produk-produk Prima Agro Tech ini banyak diaplikasikan pada padi. Bahkan perusahaan ini sudah mempunyai standard operating procedure (SOP) teknologi penanaman padi organik, teknologi Hazton, teknologi Jarwo Plus, teknologi Salibu, dan teknologi padi rawa. SOP itu dari hasil ujicoba. “Menanam padi itu sudah kayak bikin kue,” tutur Gunawan. Dengan menggunakan kombinasi produk-produk Prima Agro Tech, penggunaan pupuk urea cukup 75 kg, NPK 50 kg, dan SP 36 sebanyak 50 kg/ha/ musim tanam. “Dengan SOP kami, 85% berhasil dengan benih padi apa saja dan di lokasi mana saja,” katanya. Untuk penanaman padi rawa, Prima Agro Tech mempunyai resep yang tidak harus menggunakan dolomit (basa lemah).

Dijual Secara Tunai

Peningkatan pH cukup dengan menggunakan Kalium Humat (basa kuat). Tapi jangan memberikan Kalium dalam bentuk KCl karena klorin akan mengikat asam. Dengan mem berikan Kalium Humat, selain meningkatkan pH, juga tidak mempengaruhi mikroba baik yang ada di dalam tanah. Menurut Gunawan, derajat keasaman (pH) tanah itu bukan tujuan, tapi hanya sebagai indikator. Ibaratnya begini. “Kalau kamu mengikuti lampu merah (traffic light), apakah pasti selamat, nggak begitu kan? Cuma kalau kamu nggak mengikuti lampu merah, kamu berpotensi untuk tabrakan, ya,” katanya.

Kini Prima Agro Tech sedang mempersiapkan pertanaman padi rawa tanpa dolomit di Batola, Kalimantan Selatan, dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS), 18-21 Oktober mendatang. “Kami lagi heboh – hebohnya tanam padi rawa tanpa dolomit untuk HPS. Kami kombinasikan semua produk. Nggak ada satu produk untuk semua,” papar Gunawan. Prima Agro Tech memang cenderung inovatif dalam menghasil kan dan mengaplikasikan produk-produknya.

Begitu juga dalam pemasaran. Selain pasar bebas, produk-produk Prima Agro Tech juga dibeli pemerintah. Yang menarik, untuk pasar bebas, produknya dijual secara tunai. “Di free market kami jual cash. Uang duluan, baru kirim barang. Kalau nggak mau cash nggak apa-apa. Kalau ngutangi buat apa, cuma pindah gudang. Kalau beli cash ada tekanan (pembeli) untuk jual lagi karena ada modal yang ditanam,” tukas Gunawan. Setelah sukses di dalam negeri, kini giliran petani mancanegara merasakan manfaat produk Prima Agro Tech.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *